Cette publication est uniquement disponible à l'achat
Lire un extrait Achetez pour : 1,49 €

Téléchargement

Format(s) : EPUB

avec DRM

Vous aimerez aussi

Le Livre de la Magie divine

de editions-prosveta

L’amour et la sexualité II

de editions-prosveta

La clef essentielle

de editions-prosveta

suivant
Daftar isi
MASA DEPAN PARA REMAJA Omraam Mikhaël Aïvanhov I MASA REMAJA, DUNIA YANG SEDANG DIBENTUK II DASAR-DASAR KEBERADAAN KITA : IMAN TERHADAP SANG PENCIPTA III MAKNA SAKRAL IV SUARA HATI SIFAT TERTINGGI V MEMILIH ARAH YANG TERBAIK VI PENDIDIKAN TIDAK CUKUP MEMBERIKAN MAKNA KEHIDUPAN VII KARAKTER LEBIH PENTING DARIPADA PENGETAHUAN VIII MENGATASI KESUKSESAN SEPERTI KEGAGALAN IX MENGENALI HASRAT JIWA DAN SPIRIT X DUNIA ILLAHI MERUPAKAN DUNIA SPIRITUAL KITA XI MENGAPA KITA LAHIR DALAM SEBUAH KELUARGA ? XII MENGAMBIL MANFAAT DARI PENGALAMAN ORANG YANG LEBIH TUA XIII MEMBANDINGKAN DIRI DENGAN ORANG LAIN YANG LEBIH BESAR AGAR BERKEMBANG XIV KEMAUAN DIPERKUAT DENGAN KASIH SAYANG XV JANGAN MENGAKU KALAH XVI JANGAN PUTUS ASA KARENA KEKURANGAN KITA XVII SENIMAN MASA DEPAN YANG SESUNGGUHNYA XVIII KEBEBASAN SEKSUAL ? XIX LINDUNGILAH PUISI CINTA ANDA XX MASUK DALAM KELUARGA UNIVERSAL
Omraam Mikhaël Aïvanhov
MASA DEPAN PARA REMAJA
Koleksi Izvor – 233
Edisi asli Judul: « Un avenir pour la jeunesse » Penulis: Omraam Mikhaël Aïvanhov ISBN 978-2-85566-508-5 © Hak Cipta 2008 dicadangkan Prosveta Publishing SA untuk semua negara. Semua reproduksi, adaptasi, setiap pernyataan atau edisi tidak dapat dibuat tanpa izin dari penulis dan penerbit. Demikian pula, semua salinan pribadi semua audio-visual reproduksi atau dengan cara apapun sama sekali dapat dibuat tanpa izin dari penulis dan penerbit (Hukum 11 Maret 1957 direvisi). Penerbit Prosveta S.A. – CS30012– 83601 Fréjus Cedex (France) ISBN e book : 978-2-8184-0313-6
Omraam Mikhaël Aïvanhov
I MASA REMAJA, DUNIA YANG SEDANG DIBENTUK
Masa remaja penuh dengan kehidupan yang masih baru, diliputi gejolak jiwa dan keinginan yang sangat indah. Bagaimana mungkin kita tidak menyukai masa itu? Yang menjadi permasalahan yaitu apa yang akan dilakukan dengan luapan energi yang luar biasa tersebut.
Karena ada hubungan antara kehidupan manusia dengan kehidupan alam, bisa dikatakan bahwa masa remaja mirip dengan pembentukan dunia. Berjuta tahun yang lalu, tak satu pun aturan kehidupan dapat diterima, karena semua hanyalah ledakan gunung api dan bahan-bahan yang melebur menjadi satu. Seharusnya kekuatan dan gerakan tersebut tidak menimbulkan amarah supaya dunia akhirnya mulai menjadi tempat tinggal untuk pohon-pohon, hewan dan manusia.
Masa remaja tumbuh dalam keadaan dunia yang masih primitif, saat energinya masih belum lunak dan terkontrol, sehingga menimbulkan segala macam bentuk manifestasi yang acak-acakan dan bertentangan antara satu dengan yang lainnya. Ia merasakan segalanya dengan berlebih-lebihan, dari hal-hal yang menarik perhatian sampai kepada hal-hal yang memuakkan, dari kobaran semangat hingga pemberontakan, dan dari gejolak jiwa yang murah hati sampai kreatif. Kesemuanya ini selalu diikuti dengan perasaan tidak suka, keinginan untuk menghancurkan hingga keinginan untuk merusak diri sendiri. Tidak ada kekuatan yang bisa dibangun di atas dasar yang begitu labil. Oleh karena itu, sebaiknya masa remaja memasukkan dirinya sedikit pertimbangan, pengendalian dan keselarasan agar secara simbolis menjadi tempat atau dunia di mana tumbuhan, hewan dan manusia dapat hidup di dalamnya.
Karena itu yang merupakan masa transisi antara masa remaja ke masa dewasa: transisi dari suatu kehidupan yang serampangan, tidak stabil, kacau balau menuju kehidupan yang kaya, penuh, dan bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Siapa yang menyangka bahwa menjadi dewasa adalah kehilangan masa mudanya, maksudnya mengabaikan segala sesuatu yang mempesona dan memancarkan kehidupan merupakan pandangan yang salah. Menjadi muda adalah sesuatu, sedang menjaga kemudaan adalah sesuatu yang lain. Apa yang dimiliki remaja adalah kekuatan yang cemerlang, mereka harus belajar tentang sesuatu yang masih sangat baru secara sadar untuk membangun keberadaannya. Jika mereka tidak bekerja seperti itu, apa yang akan terjadi nanti? Karena tahun demi tahun mereka akan kehilangan vitalitas dengan sendirinya. Apabila mereka memperturutkan sikap manjanya dan nalurinya tanpa mencoba untuk berpikir secara jernih serta tanpa sedikit mengatur dalam dirinya untuk mengendalikan energinya, nah, ketika mereka dewasa akan merasakan seperti tanah yang gersang, gundul.
Apabila kita melihat banyak sekali konflik yang terjadi antara remaja dengan orang dewasa, hal demikian muncul dari apa yang dialami orang dewasa. Tanpa disadari, masa mudanya dilalui dengan pasif, tanpa melakukan satu pun olah batin selama masa tersebut. Makanya mereka sekarang merasa gersang dan mempunyai rasa dendam terhadap remaja yang memiliki apa yang orang dewasa tidak miliki lagi. Sedangkan para remaja, ketika mereka melihat semua orang dewasa dengan sangat prosais atau biasa-biasa saja, kering dan lembek; tentu saja para remaja mengkritik, mencemooh atau
menentang. Keadaan semacam ini sedikit demi sedikit menimbulkan permasalahan yang tidak ada jalan ke luarnya. Saya menasehati pada remaja untuk membiarkan orang dewasa dan mulai sebuah olah batin yang luar biasa untuk mengendalikan, menyelaraskan diri agar berhasil menunjukkan sesuatu yang lebih baik. Bila mereka mau mengerjakannya, tentu mereka bisa.
Lagi pula, sejak beberapa tahun yang lalu, terlihat remaja mencampuri urusan umum: remaja laki-laki dan perempuan pada umumnya yang masih sangat muda membicarakan masalah sosial, kehidupan negara, peristiwa-peristiwa dunia. Dan mereka mengorganisasi agar kata-kata mereka berbobot. Ini merupakan hal baru yang tidak pernah muncul sebelumnya. Memang, dan ini merupakan penanda jaman. Aliran baru yang mulai bergerak di dunia, mencari jalan dengan cara membuka lebar-lebar melalui para remaja. Kita akan masuk ke dalam era baru, era Aquarius, dan pengaruh-pengaruhnya sudah dapat dirasakan. Untuk sementara, tentu saja, kita terkadang melihat manifestasi-manifestasi yang tidak teratur dan itu sah-sah saja. Itu semua merupakan percobaan dan segala percobaan, selalu diikuti dengan perselisihan, pertentangan. Tapi setelah beberapa waktu, semuanya akan menduduki posisi masing-masing dan kita dapat melihat perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan-perubahan apa saja yang akan muncul, itu semua tergantung pada remaja itu sendiri. Karena mereka telah berbicara dan banyak orang dewasa yang setuju untuk membiarkan mereka berbicara, ini urusan mereka agar benar-benar memikirkan atas apa yang mereka minta. Bila remaja meminta fasilitas material atau kesenangan, ini bukanlah hal yang baru di dunia ini. Itulah yang dituntut manusia semenjak keberadaannya dan ini tidak begitu istimewa. Bila mereka tidak meminta apa-apa yang lebih baik, tidak lama lagi mereka akan seperti semua orang dewasa yang sedang mereka kritik. “Tapi, katakanlah apa yang semestinya kita minta ?” Anda seharusnya meminta untuk dicerdaskan. Dicerdaskan, tidak hanya untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan Anda memperoleh ijasah dan memiliki pekerjaan. Dicerdaskan yaitu menerima cahaya, berkat cahaya tersebut semakin lama langkah kita semakin menuju ke jalan kebebasan, kekuatan, keindahan, kasih sayang... menuju ke jalan kehidupan yang sebenarnya.
Agar permintaannya diterima, sebagai remaja harus menunjukkan sikap yang baik. Tidak dengan cara berteriak-teriak marah, gerakan tangan, maupun menunjukkan perilaku yang kasar dan garang. Bukan dengan sikap ini meyakinkan orang lain tentang kebenaran. Saya ingin nantinya melihat remaja bangkit di depan semua yang memaksa untuk patuh. Ya, tidak ada lagi yang dapat dikatakan, ia akan terus menerus menampakkan diri, pancaran kemurniannya, dan impiannya, kepolosan jiwanya, pancaran jiwanya akan meminta seluruh dunia untuk memberikan hak-hak mereka, tidak ada yang dapat menentang keinginan mereka !
Tentu saja remaja tidak berhak untuk memaksakan kehendaknya seketika itu juga, tapi sebaliknya ia bisa memulai dengan mengatakan tidak kepada siapa saja yang mencoba untuk menyeretnya ke jalan yang sesat. Maka dari itu, sebelumnya mereka harus menunjukkan bahwa dirinya sangat waspada dan memisah-misahkan semua yang ditawarkan padanya. Ketahuilah bahwa remaja merupakan korban yang mudah bagi siapa saja yang punya pamrih mencurigakan. Betapa banyak orang yang mengincar apa saja yang menarik perhatian remaja, yang insting dan nafsu mereka sedang terbangun, dan cepat-cepat memberikan kepada mereka ! Ini dimulai dari para produsen mainan yang membantu kelancaran naluri agresifitas anak laki-laki dengan senjata-senjata atau permainan yang menyerupai peperangan. Hal ini terus berlanjut sampai nanti, dengan
berbagai jenis barang atau aktifitas yang sama sekali tidak berguna atau bahkan merusak. Remaja tidak akan memiliki satu pun gagasan sendiri bila mereka tidak memperlihatkan barang-barang yang dipajang dalam etalase toko dan yang dibangga-banggakan melalui iklan.
Nah, orang-orang tersebut bersalah karena telah menyesatkan para remaja. Karena sebelumnya mereka memunculkan beberapa kebutuhan materi di kalangan remaja sehingga mereka tidak berkesempatan untuk memuaskan dirinya. Itu menyebabkan frustrasi dan bahkan keinginan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan secara curang karena mereka tidak dapat mendapatkannya secara halal. Selanjutnya dengan berusaha membuat remaja percaya bahwa bagaimanapun juga mereka memerlukan semua itu agar merasa baik dan senang, para produsen mengalihkan remaja dari usaha mencari kebahagiaan dan makna kehidupan yang sesungguhnya. Karena kebahagiaan 1 dan makna kehidupan hanya ada dalam jalan menuju dunia spiritual . Hanya dari situlah akan terasa kebutuhannya terpenuhi, tenteram dan kuat.
Tak banyak orang dewasa yang bertanya-tanya dalam hati apakah yang telah mereka persiapkan untuk membantu remaja melihat dengan lebih jelas, agar seimbang, memperkuat diri. Mereka, orang dewasa, seringkali hanya memikirkan untuk menjerumuskan ke dalam arah yang telah mereka atur yaitu mendapat uang. Betapa banyak buku, film, disk dan lain-lain yang ditunjukkan pada remaja dan manfaatnya hanyalah untuk memperkuat pengusaha ! Jika para remaja semakin lama semakin bingung, rusak akibat dari semua yang dilihat dan didengar, dibiarkan saja, pengusaha tidak peduli ! Dan bahkan bisnis tersebut sudah berjalan sangat jauh, karena ada semakin banyak tindak kriminal yang memanfaatkan rasa ingin tahu atau rasa ketidakpuasan para remaja, dengan menawarkan narkoba pada mereka. Dengan narkoba tersebut, mereka memperbudaknya, merusaknya, bahkan membunuh, tetapi mereka tidak peduli asal mereka mendapat uang. Bagi mereka semua cara baik untuk memperkaya diri.
Mungkin saya bisa menceriterakan apa yang menimpa diri saya ketika masih remaja. Di sebuah kota Varna, tempat saya tinggal, hidup seorang lelaki yang pernah menjadi konsul di Amerika dan ia membawa dari perjalanannya, segala macam buku tentang ilmu gaib dan kajian magis; berikut benda-bendanya seperti: tongkat dan cermin ajaib serta pakaian upacara. Orang tersebut menjadi semacam ahli nujum. Tetapi karena dia menyadari bahwa dia tidak akan berhasil sendiri karena dia kekurangan kemampuan tertentu, bahan tertentu, dia mencari seorang anak muda untuk bekerja dengannya dan merealisasikan rencana-rencananya. Dan dia menemukan saya! Ia menawarkan agar saya menetap di rumahnya (Ia tinggal di sebuah rumah yang sangat indah) sebagai imbalan atas bantuan saya, ia memberi saya makan, uang dan apa saja yang saya inginkan. Ia memiliki sebuah perpustakaan yang menakjubkan, dia sendiri adalah seorang penulis. Ia menulis buku-buku tentang spiritisme selain itu ia juga seorang penerjemah. Dialah orang pertama di Bulgaria yang menerjemahkan “Zanoni” karya Bulwen Lytton.
Saat itu saya masih muda – usia saya 18 tahun – dan saya tidak tahu apa-apa mengenai sifat manusia, keserakahannya, kebobrokan perilakunya maupun kecenderungan manusia tertarik pada proyek yang berbahaya. Tapi saya ingin sekali dibina, dipandu dengan sebaik-baiknya, dan saya tidak melakukan apa-apa tanpa meminta pendapat dari Guru saya, Peter Deunov. Hal demikian terjadi beberapa waktu setelah saya bertemu Peter Deunov. Saya menjelaskan kepada guru saya penawaran orang itu sembari menanyakan apa yang harus saya perbuat. Guru saya memutuskan dengan keras: dia mencegah untuk berhubungan dengan orang itu dan berurusan
dengan ahli nujum. Untunglah saya, jika tidak saya mungkin sudah terjerumus ke jalan yang sesat dan berbahaya. Kalau saya ikut tentu saja mendapatkan banyak hal, tapi itu sangat mahal. Karena ketika ilmu nujum itu akan diterapkan dengan tujuan menerima beberapa keuntungan duniawi seperti kesuksesan, uang, kejayaan, memiliki kekasih (laki-laki atau perempuan), berada di jalan nujum yang hitam dan, kasarnya, berakhir dengan 2 “menjual sukmanya kepada setan” .
Mestinya Anda pikirkan bahwa Anda tidak menentang bahaya sama sekali untuk menerima penawaran menggiurkan dari seorang ahli nujum... Mungkin tidak dalam bentuk seperti ini, tentu saja, tapi banyak sekali cara untuk menjual roh pada setan! Tidak perlu melakukan perjanjian dengannya seperti yang dikatakan dalam buku ilmu hitam; cukup dengan mematuhi dorongan dari yang bersangkutan dan bersikap egois agar sedikit demi sedikit kehilangan cahaya jiwa.
Itulah sebabnya, saya memberi wejangan pada para remaja agar mempelajari benar-benar setiap penawaran yang dibuat kepada mereka. Baik itu barang, baju, musik, aktivitas maupun gagasan-gagasan, Anda harus selalu mulai dengan berusaha melihat jenis kecenderungan apa yang orang-orang coba dorongkan dalam diri Anda. Dan jangan lupa bahwa remaja masih seperti dunia yang sedang dibentuk; bagaimana pun mereka merasa didorong menuju kemenangan dan kesuksesan yang mudah diraih, atau kekerasan maupun keputusasaan, dan lain-lain. Bila mereka tahu bahwa itu semua merupakan kekuatan yang menghancurkan maka mereka harus berpaling! Bila mereka ingin benar-benar berbuat lebih baik dari orang dewasa dan menciptakan dunia baru, remaja harus menerima apa yang memberi mereka dorongan untuk membentuk diri mereka dan sekelilingnya sesuatu yang bagus, indah, murni dan kuat.
1 Cf. “Benih kebahagiaan”, Coll. Izvor no 231, Bab. VI : “Makna kehidupan” 2 Cf. “The Book of Divine Magic”, Coll. Izvor no 226, chap. I “The return of magical practices and their danger”
II DASAR-DASAR KEBERADAAN KITA : IMAN TERHADAP SANG PENCIPTA
Banyak orang yang mengatakan pada Anda bahwa menjadi orang yang beriman atau menjadi atheis, itu sama sekali tidak penting. Beriman atau tidak, tidak mempengaruhi sama sekali mentalitas manusia dan perilakunya. Nah, ini hanyalah sebagai bukti bahwa mereka tidak mengetahui apa-apa tentang psikologi. Kenyataannya, segala sesuatu yang Anda biarkan masuk ke dalam jiwa Anda seperti keyakinan, perasaan, pemikiran, mempengaruhi diri Anda. Dan keadaan ada tidaknya unsur-unsur seperti ini dalam diri Anda akan mempengaruhi akal budi Anda, dan dengan demikian juga sikap yang dalam terhadap kehidupan. Dan demikian juga terhadap segala sesuatu.
Bila Anda membuat kue tanpa gula, percayakah bahwa hasilnya akan sama seperti layaknya membuatnya dengan gula? Jika Anda menunjukkan kelalaian dalam komposisi dan takaran suatu ramuan kimia, Anda tidak akan mendapatkan hasil seperti yang Anda harapkan. Misalnya lagi, dalam suatu majelis di Parlemen, seorang wakil rakyat absen, keputusan bisa berbeda sekali. Bila wakil rakyat tersebut mengikuti rapat saat itu, kemungkinan ia dapat menonjolkan pandangan lainnya dan pengambilan suara akan berbeda. Sepanjang hidup hal demikian ada untuk menunjukkan pada kita pentingnya menampakkan kehadiran atau ketidakhadiran suatu unsur. Lebih-lebih lagi ketika membicarakan tentang ada tidaknya unsur tersebut yaitu iman.
Mungkin Anda akan lebih paham bila saya terangkan bahwa iman adalah fenomena yang mirip dengan masa pubertas dalam kehidupan manusia. Pubertas adalah periode yang menimbulkan perubahan besar dalam diri remaja pada umumnya, yakni perubahan fisiologis dan terutama perubahan psikologis. Unsur baru telah masuk secara tiba-tiba dalam kehidupan psikisnya, dan unsur tersebut menimbulkan perubahan-perubahan kepekaan perasaan, oleh karena itu menimbulkan perbedaan dari sisi cara memandang sesuatu. Kesadaran diri inilah yang terjadi. Mempercayai bahwa dunia merupakan karya agung dari Sang Pencipta yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui dan Maha Pengasih dan Penyayang, adalah dasar terpenting guna kelangsungan hidup manusia dari sisi psikis. Pemikiran dan reaksi dari orang yang beriman untuk masalah terutama moral, sosial dan politik, mempunyai dimensi lebih mendalam dan lebih luas serta kualitasnya lebih subtil daripada mereka yang atheis. Berkat adanya iman, cinta terhadap Sang Pencipta, orang yang beriman dapat merasakan dan memahami apa yang tidak dapat dirasakan dan dipahami oleh yang lainnya.
“Namun, tampaknya, para atheis berpikir lebih obyektif dan logis. Mereka hanya membicarakan apa yang dilihat, sedangkan yang lainnya yang begitu terobsesi oleh kepercayaan mereka berpendapat keliru”. Sama sekali tidak. Tentu saja, bukan karena orang punya kepercayaan secara otomatis akan memiliki nalar yang baik. Untuk berpendapat yang baik ada juga kemampuan mental tertentu yang diperlukan,dan tidak semua orang beriman nalarnya berkembang. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah sebagai...