//img.uscri.be/pth/8e1f1961e47f2cb86f0760e575f1cf861940211d
Cette publication ne fait pas partie de la bibliothèque YouScribe
Elle est disponible uniquement à l'achat (la librairie de YouScribe)
Achetez pour : 1,49 € Lire un extrait

Téléchargement

Format(s) : EPUB

avec DRM

Menjadi buku yang hidup

De

Seniman menciptakan dengan materi eksternal mereka, mereka membuat karya di luar mereka, kepada bahan material eksternal ini mereka memfokuskan upayanya dan mereka menciptakan keajaiban. Tetapi saya akan mengatakan bahwa bagi saya, seniman sejati adalah orang yang mampu mengambil dirinya sebagai awal dari penciptaannya. Semua metode kehidupan spiritual berada di sana untuk membantu dan menginspirasi mereka dalam tugas ini.

Dalam dunia psikis , kita bisa menjadi musisi , penyair , arsitek , pematung , dll . Semua seni termasuk dalam karya murid ilmu pembayat . Sebuah penemuan untuk saya adalah pada hari saya menyadari bahwa saya bisa bekerja pada materi yang saya tidak asing lagi , materi saya sendiri . Saya mengatakan bahwa saya sedang menulis buku saya sendiri , artinya saya belum pernah menulis buku lain selain saya sendiri . Anda berkata , “ Tapi kemudian, buku-buku Anda yang kita baca ?” Saya tidak menulis nya , saya memercayakan pekerjaan ini kepada beberapa orang . Saya menerapkan hanya untuk menulis buku saya sendiri dan saya hanya ber bicara dengan mengetahui bahwa itu juga menulis . Ya , saya sedang berbicara dan mencoba untuk mencetak pada jiwa Anda tulisan surgawi .


Voir plus Voir moins
Daftar isi
Menjadi buku yang hidup Pendahuluhan 1 - Jalan Takdir yang Misterius 2 - Masa Kecil di Pegunungan Makedonia 3 - Kehidupan di Varna, di Tepian Laut Hitam 4 - Pelajaran 5 - Pengalaman Api 6 - Ke Dalam Jantung Mawar 7 - Simfoni Universal 8 - Pertemuan dengan Guru Peter Deunov 9 - Frantsia, Perancis 10 - Tidak Ada Penjara yang Dapat Menahan Pikiran 11 - Satu Tahun di India Februari 1959 – Februari 1 960 12 - Saya adalah putra matahari 13 - Antara Kata dan Keheningan 14 - Saya hanya menulis bukuku sendiri 15 - Semua ciptaan berbicara kepada saya, dan saya berbicara dengannya 16 - Kehidupan Ideal Persaudaaran 17 - Saya hanya menginginkan kebebasan Anda 18 - Orang lain membantu Anda melalui saya 19 - Hanya yang mustahil adalah nyata Lampiran I Lampiran II Lampiran III
Omraam Mikhaël Aïvanhov
Menjadi buku yang hidup Elemen dari sebuah otobiografi 1
Edisi asli
Judul: « Afin de devenir un livre vivant – Eléments d’auto biographie 1 »
Penulis: Omraam Mikhaël Aïvanhov
ISBN 978-2-85566-975-5 dan ISBN 978-2-8184-0000-5, edisi revisi dan meningkat, akan diterbitkan.
© Hak Cipta 2009 dicadangkan Prosveta Publishing SA untuk semua negara. Semua reproduksi, adaptasi, setiap pernyataan atau edisi tidak dapat dibuat tanpa izin dari penulis dan penerbit. Demikian pula, semua salinan pribadi semua audio-visual reproduksi atau dengan cara apapun sama sekali dapa t dibuat tanpa izin dari penulis dan penerbit (Hukum 11 Maret 1957 direvisi).
Penerbit Prosveta S.A. – B.P.12 – 83601 Fréjus Cede x (France)
ISBN e book : 978-2-8184-0222-1
Biographie
Berasal dari Bulgaria Guru Omraam Mikhaël Aïvanhov (1900 -1986) tiba di Perancis pada tahun 1937. Ajarannya awalnya dicatat sebagai serangkaian ribuan ceramah dan pembicaraan yang berimprovisasi, yang kemudian dist enografi atau direkam pada pita magnetik dan kaset video. Masih sedang disusun ulan g, karyanya memiliki lebih dari 80 jilid dalam bahasa Prancis dan diterjemahkan ke dalam 37 bahasa
Pendahuluhan
Jika saya mengatakan tentang diri saya, itu bukanla h untuk Anda menilai hidup saya menarik, luar biasa atau apapun juga. Hal ini untuk mentransmisikan apa yang saya pelajari darinya dan supaya Anda dapat me mperoleh manfaatnya. Jika tidak, apa gunanya? Tidak bisa mengenal seseorang hanya dengan mendengarkan peristiwa-peristiwa yang ia alami, nam un termasuk bagaimana dia hidup dan kebijaksanaan apa yang telah dia ambi l dari pengalamannya. Kebijaksanaan ini adalahsebuah intisari hidupnya,sesuatu yang adalah dia tetapi pada saat yang sama sesuatu yang melebihi di a, dan intinya itu yang menerangi dan mengisi orang yang mendekati dia.
...Kata-kata saya adalah sebuah makanan yang saya b erikan kepada anda, adalahpotongan-potongan hati saya, dari jiwa saya, semua ini adalah kehidupan saya, darah saya, saya tidak bisa melakuk annya dengan cara yang lain. Ketika saya bicara kepada anda, anda menghiru p kehidupan saya, menyentuh kehidupan saya.
Omraam Mikhael Aivanhov
Guru Omraam Mikhael Aivanhov membuat ceramah publik yang pertama di Paris pada tanggal 29 Januari 1938 dan tanggal 28 Septemb er 1985 di Bonfin (Frejus) dia bicara untuk terakhir kalinya. Antara kedua tanggal ini telah tercatat sekitar 4500 ceramah, kuliah atau pernyataan sederhana yang terc atat, distenografi atau direkam pada pita magnetik atau rekaman video.
“Membicarakan berlimpah-limpah”... Istilah yang ind ah dari bahasa Perancis yang berarti berimprovisasi dalam sebuah ceramah tampakn ya sangat cocok untuk Guru.
“Jika saya merasa perlu untuk bicara dengan Anda, k atanya, haruslah subjek yang datang kepada saya, seperti sebuah inspirasi, saran yang berasal dari tempat lain ...
Saya mengikat diri saya dengan Surga dan menjadi se buah antena, saya mendapatkan petunjuk-petunjuk tentang topik yang sa ya harus bicarakan kepada Anda hari ini, bukan hari lain, hari ini.”
Ia juga mengatakan : “Jika saya tidak di atas pangg ung, mulai dari barisan kursi yang ketiga atau yang keempat, Anda tidak akan meli hat saya. Tetapi sebenarnya saya tidak suka berada di sebuah panggung. Pada saa t itu saya melihat Anda dan bertanya kepada diri sendiri: Tunjukkan pada saya, Tuhanku, bagaimana saya bisa turun kepada teman-teman saya... Dan saya mencari j alan-jalan setapak untuk mendekati Anda.” Jalan-jalan kecil ini yang banyak dan beragam, seperti mencurahkan hati sekilas pada waktu dia berceramah tentang sebu ah topik umum, ingatan dari beberapa pengalaman pribadi, atau peristiwa tertentu yang kembali secara spontan dalam memori. Pada waktu dia menceritakannya, dia m enunjukkan pemikiran, keinginan tetapi juga aspek-aspek tak terduga dari sensitivitas.
Ingatan ini yang terkadang muncul kembali secara me ndadak dan membuat Guru terkejut, sehingga ia kadang-kadang minta maaf atas kejadian itu atau untuk
menemukan beberapa jenis celah dalam humor. Karena ia sebetulnya tidak begitu gampang terbuka dan punya kerendahan hati yang besa r. Tetapi pada saat yang sama ia juga sangat sederhana, spontan dan sindiran dia tentang kehidupannya secara sepintas - kiasan yang tidak melebihi tiga atau emp at menit, ia berbagi dengan kami sesuatu secara persaudaraan. Dan jika ia kebetulan dihuni oleh kehadiran yang membuat dia tiba-tiba tidak dapat diakses, ditembus , seperti puncak yang terlihat di kejauhan dibungkus awan panas, ia menyadari itu dan ia mulai berbicara kepada kami mengenai dirinya karena ketika berbicara tentang di rinya, ia berbicara juga tentang kami.
Adalah perlu untuk memberikan buku ini sedikit kete rtiban dan koherensi. Tetapi semua fakta yang disusun secara kronologis telah di kutip oleh Guru secara terpisah, melewati bulan-bulan ataupun tahun-tahun. Dia tentu saja tidak pernah bermaksud untuk meninggalkan otobiografi dan halaman-halaman ini hanyalah sebuah upaya sederhana atasnya.
Penyunting
1 Jalan Takdir yang Misterius
Saya berumur lima belas tahun… Dan seperti banyak remaja lain, saya dilintasi sejumlah aspirasi terhadap sesuatu yang besar, sesu atu yang heroik. Apa yang tidak dibayangkan di usia itu? Mimpi untuk menyelamatkan dunia, pergi menyelamatkan masyarakat tertindas, membuat penemuan yang akan me nyembuhkan penyakit yang sampai sekarang tidak dapat disembuhkan, menjadi pe nyair terbesar atau musisi terbesar, membangunkan Putri Tidur nan Cantik itu s endiri. Saya tidak begitu tahu apa yang ingin saya lakukan, saya hanya ingin sesuatu y ang besar, agung, indah, tanpa bisa memberikan nama untuk tujuan ideal ini dan cara untuk mencapainya. Tetapi apa yang saya lihat dengan nyata adalah semua rintangan yang saya hadapi. Sejak ayah saya meninggal beberapa tahun sebelumnya, saya ting gal bersama keluarga saya dalam keadaan menyedihkan. Kualitas karakter yang l uar biasa diperlukan untuk menarik dan melepaskan diri saya dari situasi ini. Tetapi kualitas ini saya tidak memilikinya atau sedikit sekali! Selain itu saya ti dak suka sekolah, merasa sangat bosan di sana dan perilaku saya membuat ibu saya kh awatir dan sedih. Jarak antara keadaan saya dan cita-cita dalam hati saya tampakny a tidak bisa tercapai dan saya merasa terpecah belah.
Pada waktu itu saya telah menemukan buku tentang sp iritualitas Hindu yang 1 menjelaskan tentang reinkarnasi dan karma , saya bertanya pada diri sendiri: “Tetapi apa yang saya pernah lakukan dalam kehidupan masa l alu untuk layak mendapatkan hukuman seperti ini dan sekarang harus menghadapi b egitu banyak kesulitan, mengalami begitu banyak kekurangan? Kejahatan apa y ang telah saya lakukan?". Sementara saya merasa bosan di sekolah, saya punya keinginan belajar untuk mencapai hal-hal yang besar, tetapi saya merasa kek urangan kapasitas pribadi yang ingin saya miliki dan semua jalan tampak tertutup u ntuk saya. Saya tidak bisa melihat jalan keluar apapun dan saya yakin bahwa saya sendi ri yang bertanggung jawab. Saya perlu tercerahkan, dipandu, tapi saya tidak kenal s atupun orang dewasa yang saya percaya, bahkan tidak juga ibu saya.Ibuku adalah seorang perempuan yang luar biasa, penuh dengan kebijaksanaan, tetapi kebijaksa naan itu datang dari cinta kasihnya. Dia tidak berpendidikan dan tidak bisa me njawab masalah atau pertanyaan yang saya miliki.Sebenarnya saya membutuhkan pemandu spiritual dan h anya dua tahun kemudian saya bertemu Guru Peter Deunov.
Tetapi membaca buku-buku spiritualitas Hindu saya j uga belajar bahwa ketika seseorang tidak memiliki hal istimewa untuk bertemu seorang Guru di bidang fisik, kita bisa terbantu jika kita mengetahui bagaimana berhub ungan dengan mahkhluk-makhluk luar biasa yang hidup di beberapa tempat tertentu d i bumi ini. Banyak dari makhluk-makhluk luar biasa itu dikatakan dalam buku, tingga l di pegunungan Himalaya dan dengan kehadiran mereka, oleh pikiran mereka, merek a berusaha untuk menuntun manusia di jalan cahaya. Membaca itu menjadi pencerahan bagi saya dan sejak saat itu saya mulai berkonsentrasi kepada mereka dan men ghubungkan diri saya dengan mereka.
Sehingga sejak masa remaja, saya menerima ide bahwa ada makhluk-makhluk di bumi dengan perkembangan yang luar biasa dan meskip un saya tidak bisa bertemu
mereka secara fisik, saya memiliki sarana untuk men capai mereka melalui pikiran. Saya membayangkan bahwa makhluk-makhluk itu begitu penuh kebijaksanaan dan cahaya bersedia memberikan kebijaksanaan dan cahaya mereka kepada saya. Dan mungkin memang itu yang terjadi : ketika mereka mel ihat bahwa saya telah begitu menderita karena ketidaksempurnaan saya, begitu nia t saya untuk memperbaiki diri saya, mereka mungkin berbelas kasihan kepada saya d an mereka setuju untuk membantu saya. Setiap hari saya membayangkan saya b erada bersama mereka, di antara mereka, tapi juga ikut terlibat pekerjaan me reka. Saya tidak tahu dari mana saya telah memiliki dorongan ini. Apa yang ada dala m diri saya yang kemudian menasehati saya? Ketika saya bisa sungguh-sungguh b erhubungan dengan mereka, saya merasa tidak sendirian lagi. Saya punya keyaki nan menjadi anggota keluarga yang lain, keluarga spiritual dan walaupun saya tid ak mengenal mereka, saya tinggal bersama mereka.
Tiga puluh tahun kemudian ketika saya sudah cukup l ama di Perancis, teman saya bercerita mengenai seorang medium besar yang hidup di Zurich. Karena saya menyadari realitas dunia yang tidak bisa dilihat, tetapi yang kita bisa berhubungan dengannya, saya selalu berusaha untuk mempelajari f enomena pewaskitaan dan medium pada orang yang secara alami telah memiliki bakat ini. Jadi saya bertemu dengan beberapa waskita ini di Zurich, saya terkesa n.
Pada tahun 1945 saya diundang ke Swiss, dan saya me mutuskan untuk melakukan perjalanan ini untuk pergi ke Zürich dan berkonsultasi dengan orang itu. Karena dia hanya bicara Jerman saya mencari penerjemah. Saya b icara dengan pemilik hotel tempat saya tinggal, dia mengatakan bahwa putrinya yang berbahasa Perancis baik dengan rela akan menemaniku. Oleh karena itu kami b ersama-sama pergi ke rumah orang medium itu. Dia sudah sangat tua dan saat say a melihatnya, saya terpana oleh 2 warna dan kehalusan kulitnya . Kulit wajah perempuan itu mengatakan perempuan in i adalah seorang suci dan saya segera diberi keyakina n. Dia mulai mengambil tanganku, meskipun kemudian dia mengatakan kepada s aya bahwa itu hanya isyarat biasa dengan dia. Dia tidak membaca telapak tangan tetapi melihat secara lebih halus lagi. Kemudian dia berpaling ke gadis yang menemani saya : “Katakan pada Bapak ini bahwa dia adalah milik keluarga kerajaan.” Saya berseru: “Tapi ini tidak mungkin! Saya tahu siapa ayah dan ibu saya, kami tidak ada dalam keturunan keluarga kerajaan.” Dia tersenyum dan mengulang : “Katakan pada Bapak ini d ia milik keluarga kerajaan, dia 3 akan mengerti saya di kemudian hari. ” Dan memang saya kemudian menyadari bahwa keluarga kerajaan yang saya miliki tidak dala m bidang fisik tetapi dalam bidang spiritual.
Dia melanjutkan: “Anda berasal dari negara Balkan, ayah Anda meninggal ketika Anda berusia delapan tahun dan setelah wafatnya And a tinggal dalam kemiskinan besar. Anda punya saudara yang lebih muda dan untuk dapat mendidik keduanya anak dengan baik, ibumu menikah lagi dengan seorang pria yang sudah memiliki anak dan bersama-sama mereka memiliki tiga anak lagi. Meskip un kesulitan, Anda banyak belajar. Sudah delapan tahun Anda datang ke Peranci s. Anda anggota dari pelajaran spiritual yang didirikan oleh seorang Guru yang say a lihat di sini, di belakang Anda. Dia berambut putih, berjenggot putih dan sekarang dia telah meninggalkan dunia…” Jadi, memang benar, Guru telah meninggalkan dunia! Pada w aktu itu setelah akhir perang
saya tidak bisa menerima berita apapun dari Bulgari a, tetapi saya mendapatkan beberapa wasiat, saya mendapat mimpi yang mengingat kan saya. Dan sekarang, perempuan medium ini memberikan kepastian: bahwa Gu ru saya telah pergi.
Dia melanjutkan: “Ketika dia melihat bahwa yang dik irim ke Perancis untuk melanjutkan karyanya, ia pergi. Anda ahli warisnya, ia telah membuat Anda sebagai ahli warisnya… Sekarang dengarkan aku dengan cermat. Dalam tahun-tahun mendatang Anda akan harus melalui cobaan besar, bah aya fana mengancam Anda, Anda akan mengalami kecelakaan, tetapi Anda bisa me nghindari semuanya. Kemudian Anda akan pergi ke India dimana Anda akan membuat pertemuan yang sangat penting, Anda akan mengalami peristiwa yang luar biasa. Rahasia Ratu Sheba akan terungkap untuk Anda.” Saya terkejut: bagaiman a perempuan ini begitu sederhana dan tidak berpendidikan bisa bicara tenta ng rahasia Ratu Sheba? Dia mengatakan kepada saya banyak hal lain yang saya ak an ceritakan mungkin suatu hari nanti. Semua yang dilihatnya dari masa lalu sa ya benar dan apa yang dia prediksi pernah terjadi atau sedang terjadi.
Namun kembali ke kalimat pertama yang dia ucapkan: saya milik keluarga kerajaan. Jika saya berambisi untuk memimpin, memerintah atau memaksakan diri kepada yang lain, kondisi dimana saya lahir dan besar tentu saj a tidak memungkinkan itu. Walaupun saya tidak segera menyadarinya, keinginanku sebenarnya adalah menjadi raja dari kerajaanku sendiri, yaitu penguasaan diri, kondisi ini adalah yang terbaik.
Tidak ada satupun manusia yang datang di dunia ini dengan pengetahuan yang jelas tentang keadaanya, apa yang dia lakukan dan m engapa. Untuk saya juga, bertahun-tahun tidak ada yang jelas. Untuk berinkarnasi adalah menenggelamkan diri ke dalam materi, dan materi adalah sebuah kekuatan yang merebut jiwa sampai merampas memori. Kita tahu bahwa orang Yunani kuno mewujudkan alam baka sebagai sebuah wilayah yang dilintasi sungai yang b erbeda, termasuk Lethe, kata yang berarti “lupa”. Mereka percaya bahwa air dari sungai itu diminum oleh roh setelah kematian untuk melupakan peristiwa kehidupan duniaw i. Dan air itu pun yang diminum sebelum reinkarnasi. Kita bisa menemukan kepercayaa n yang sama dalam satu buku dari Plato,Republikan, di mana ia menjelaskan mengenai nasib roh yang ak reinkarnasi ditentukan oleh perjalanan kehidupan ya ng sebelumnya. Sebelum terwujud lagi, roh dapat menyadari kehidupan berikutnya atau karena terpaksa atau karena dia punya pilihan. Namun sebelum terwujud, pengetahuan ini ditarik kembali karena di situ juga, roh harus minum air dari sungai Lethe dan dia melupakan segalanya.
Jelas semuanya ini adalah sebuah cara untuk mengilu strasikan sesuatu, tetapi kenyataanya adalah: roh yang terwujud lagi mulai ta npa pengetahuan tentang nasib yang akan jadi miliknya. Bahkan dalam jiwa-jiwa tercerah pun nasib tetap tersembunyi, tetapi sedikit demi sedikit, mereka mulai ingat dan itulah yang membedakan mereka dari yang lain, yang selalu mengabaikan untuk selam anya karena tidak mengetahui mengapa dan bagaimana mereka di bumi dan apa yang h arus mereka lakukan. Memang bertentangan dengan apa yang dikatakan beberapa orang, tidak ada orang yang lahir dengan kesadaran yang jernih tentang nas ibnya. Pada umur muda tentu saja bisa merasa tertarik dalam satu arah yang tertentu, tetapi ini pun sangat tidak jelas. Dibutuhkan bertahun-tahun mencari, mempelaja ri dan bahkan menderita, 4 sebelum mengetahui panggilan sejati.
Jadi setelah bertahun-tahun perjalanan dan banyak c obaan saya menemukan cara untuk mengungkapkan takdir. Saya berharap menyampai kan kepada Anda apa yang saya mengerti supaya bisa berguna untuk Anda. Supay a Anda dapat lebih menyelesaikan masalah yang dihadapi Anda setiap hari. Berapa banyak hambatan, berapa banyak kesulitan yang harus kita hadapi hany a untuk memaksakan kita untuk mengambil satu-satunya cara di mana kami akan melak sanakan nasib kami sebagai putra dan putri Tuhan! Kebijaksanaan agung menguasa i semua nasib dan kita harus menerima kebenaran ini agar tidak memperparah pende ritaannya. Kecerdasan kosmik tidak pernah berniat untuk menghancurkan kita, teta pi dengan apa yang diberikan atau apa yang menghalangi kita, memaksa kita untuk menge kspresikan, membentuk yang terbaik dari kita miliki.
Karena saya tidak bisa melihat jalan keluar, saya terpaksa mencari di dalam saya dan bekerja tanpa henti dengan pemikiran, imajinasi dan keinginan. Semua yang saya berhasil dapatkan kemudian, apa yang menjadi saya, saya tahu sekarang bahwa saya berhutang pada keterbatasan, kekurangan yang dibeba nkan kepada saya. Takdir punya bahasa khusus untuk setiap orang dan tugas ka mi adalah menafsirkan bahasa itu. Halangan, tantangan yang saya alami memaksa sa ya untuk mencari dalam dunia jiwa dan nalar apa yang saya perlukan. Dan semua ya ng saya temukan sekarang ingin saya bagikan.
Setelah bertahun-tahun saya menyadari bahwa kondisi eksternal tidak penting. Atau lebih tepatnya mereka hanya menentukan karena memak sakan kami untuk bekerja mengenai diri sendiri. Pada saat kami tidak bisa be rgerak lagi dan kami tidak ingin mundur, hanya tinggal turun dalam diri kita, seperti penyelam mutiara yang terjun ke dalam samudera atau juga loncat sangat tinggi menca pai bintang. Sekarang saya bisa katakan: berkat halangan yang saya temui, saya memb awa dari dasar laut banyak mutiara dan saya loncat sampai bintang. Tidak boleh terima kemiskinan dengan pasrah, tidak boleh terima kekurangan dengan pasrah tetapi harus menerimanya seperti merasakan cambuk untuk pergi lebih jauh men cari kekayaan sejati.
Cara takdir selalu misterius. Berlawanan dengan pen ampilan, saya ditempatkan dalam kondisi sempurna. Namun apa yang kita tahu te ntang jalan nasib seorang anak yang berumur lima belas tahun? Dan terutama bagaima na saya bisa tahu bahwa sebelum turun ke bumi saya sendiri dapat menerima k ondisi-kondisi ini ? Ya, karena sekarang saya tahu: saya menerimanya.
1 SeeMaster of his Destiny,Izvor Coll. n° 202, chap. 8 : « Reincarnation ». 2 SeeIn Spirit and in Truth, Izvor Coll. n° 235, chap. 9 : «The Skin». 3 SeeOn the Art of Teaching – from the Initiatic Point of View,Complete Works, v. 29, chap. 5 : « On perfection», part 4. 4 See.The Wellsprings of Eternal Joy,Izvor Coll., n° 242, chap. 7 : « Like a fish in water ».